LAPORAN
PRAKTIKUM
DASAR-DASAR ILMU
TANAH
ACARA I.
PENGUKURAN KADAR LENGAS TANAH
![]() |
OLEH
NAMA : ABDUL KARIM
NIM : JIB013004
PRODI : TEKNIK PERTANIAN
KEL/GEL : II/I
FAKULTAS
TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS
MATARAM
2014
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan ini disusun sebagai syarat untuk
mengikuti praktikum selanjutnya
Mataram, 24 November 2014
Mengetahui
Asisten Praktikum Praktikan
Pengeritik Penulis
NIM:
NIM:
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Tanah adalah sistem lapisan kerak bumi yang tidak
padu dengan ketebalan beragam yang berbeda yang terdiri dari butiran krikil
kasar, pasir, tanah lempung clay, dan semua bahan lepas lainnya termasuk
lapisan tanah paling atas sampai pada tanah keras. Tanah sangat dibutuhkan
dalam kehidupan sehari-hari sebab tanah dimanfaatkan oleh tumbuh. Tumbuhan
untuk pertumbuhan selain itu sebagai tempat berpijak bagi mahluk hidup. Tanah
mempunyai empat komponen utama yaitu bahan mineral, bahan organic, udara dan
air tanah.
Lengas tanah yang merupakan salah satu sifat fisik
tanah yang berperan penting dalam menjaga kelembaban tanah, lengas tanah
menyusun dua pertiga bagian dari pori-pori tanah pada suhu kamar dan menjadi
satu pertiga bagian jika suhu meningkat. Oleh karena itu perlu dilakukan
praktikum kadar lengas tanah untuk mengetahui lebih lanjut tentang kadar lengas
tanah.
1.2.Tujuan
Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk
mengetahui kadar lengas contoh tanah kering udara dan menetapkan kadar lengas
kapasitas lapang.
BAB II TINJAUAN
PRAKTIKUM
Tanah adalah produk transformasi mineral dan bahan
organik yang terletak dipermukaan sampai kedalam tertentu yang dipengaruhi oleh
faktor genetis lingkungan yakni bahan induk, iklim. Organisme hidup, topografi
dan waktu yang sangat panjang. Tanah dapat dibedakan dari ciri-ciri bahan induk
asalnya, baik secara fisik kimia, biologi maupun morfologinya (Marbut, 2003).
Lengas tanah adalah air yang terdapat dalam tanah
yang terikat berbagai kakas (matrik, asmosis dan kapiler) kakas ini meningkat
sejalan dengan peningkatan permukaan jenis zahrah dan kerapatan, muatan
elektrostatik zahrah tanah. Tegangan tengas tanah juga menentukan beberapa
banyak air yang dapat diserap tumbuhan. Bagian lengas tanah yang tumbuhan mampu
menyerap dinamakan air ketersediaan (Notohadi prabowo, 2006).
Kadar tengas tanah sering disebut sebagai kandungan
air yang terdapat dalam pori tanah. Satuan untuk mengatakan kadar lengas tanah
berupa persen berat atau persen volume. Berkaitan dengan istilah air dalam
tanah, secara umum dikenal 3 jenis yaitu lengas tanah adalah air dalam bentuk
campuran gas (uap air) dan cairan, air tanah yaitu air dalam bentuk cair dalam
tanah sampai lapisan kedap air, air tanah yaitu lapisan air tanah kontinu yaitu
berada ditanah bagian dalam (Handayani, 2009).
Tanah dengan kandungan bahan organic tinggi
mempunyai kapasitas penyangga yang rendah apabila basah. Kemampuan tanah untuk
menyimpan air salah satunya air hujan menentukan juga spesies apa yang tumbuh.
Kadar lengas merupakan salah satu sifat fisik tanah untuk mengatasi kemampuan
penyerapan air dan ketersediaan hara pada setiap jenis tanaman (Anonim, 2007).
Dalam kaitannya dengan daya penyimpanan air, tanah
pasiran mempunyai daya pengikat terhadap lengas tanah yang relatif rendah
karena permukaan kontak antara tanah pasiran didominasi oleh pori-pori mikro
satu. Oleh karena itu, air yang jatuh ketanah pasiran akan segera mengalami
perkolasi dan air kapiler akan mudah lepas karena evaporasi (Mukhid, 2010).
BAB III METODELOGI
PRAKTIKUM
3.1.
Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari kamis 20
November 2014 di laboraturium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas
Mataram.
3.2.
Alat dan Bahan
Alat
Adapun alat yang digunakan dalam
praktikum ini adalah 4 buah cawan, timbangan analitik, oven, bejana seng, papan
penungku, kawat kasa, kertas label.
Bahan
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam
praktikum ini adalah tanah inseptisol.
3.3.
Prosedur Kerja
A. Kadar lengas contoh tanah kering angin
1.
Disiapkan 4 buah
cawan, bejana seng dan kawat kasar
2.
Ditimbang 2
cawan kosong pada timbangan analitik
3.
Dimasukan tanah
inseptisol kedalam cawan kosong kira-kira separuh penuh.
4.
Ditimbang cawan
berisi tanah pada timbangan analitik
5.
Dimasukan
kedalam oven cawan yang sudah ditimbang selama 24 jam dengan temperature 105oC
– 110oC.
6.
Ditimbang cawan
berisi tanah yang sudah di oven
7.
Dicatat
hasilnya.
B. Kadar lengas contoh Tanah Kapasitas Lapang
1.
Disiapkan bejana
seng yang telah dilapisi kawat kasar dibagian bawahnya dan dimasukan kedalam
lubang papan penungku
2.
Diisi bejana
seng dengan tanah iseptisol sampai kurang lebih ¾ tinggi bejana seng
3.
Ditetesi air
secara perlahan kedalam bejana sampai penuh
4.
Dibiarkan sampai
air menetes dari bagian bawah bejana seng
5.
Diambil tanah
dalam bejana seng menggunakan cawan dengan cawan terlebih dahulu ditimbang
dengan timbangan analitik
6.
Ditimbang cawan
berisi tanah pada timbangan analitik
7.
Dimasukna
kedalam oven yang telah diatur temperaturnya selama 24 jam
8.
Dikeluarkan
cawan yang sudah dioven kemudian ditimbang pada timbangan analitik
9.
Dicatat
hasilnya.
BAB IV. HASIL
DAN PEMBAHASAN
4.1.
Hasil
Tabel 4.1.1 Kadar
Lengas Kering Angin
|
Kelompok
|
A
|
B
|
C
|
KL (%)
|
|
1
|
15,89
|
30,59
|
29,90
|
4,49
|
|
2
|
12,68
|
26,74
|
25,14
|
12,82
|
|
3.a
|
15,94
|
22,90
|
22,68
|
3,26
|
|
b
|
14,62
|
22,09
|
21,37
|
10,66
|
|
4.a
|
15,08
|
23,46
|
22,08
|
19,71
|
|
b
|
17,62
|
26,13
|
25,22
|
11,97
|
Tabel 4.1.2 Kadar
lengas kapasitas lapang
|
Kelompok
|
A
|
B
|
C
|
L (%)
|
|
1
|
16,29
|
28,07
|
22,97
|
76,34
|
|
2
|
16,82
|
28,45
|
22,91
|
90,96
|
|
3
|
18,12
|
30,18
|
24,61
|
85,82
|
|
4
|
14,50
|
24,95
|
20,06
|
87,94
|
Perhitungan
a. Kadar lengas kering angin
Dik : a =
12,68
b =
26,74
c =
25,14
Dit KL (%)?
KL = (b – c)
: (c – a) x 100
=
(26,74 – 25,14) : (25,14 – 12,68) x 100
=
(1,6) : (12,46) x 100
=
12,84%
b. Kadar lengas kapasitas lapang
Dik : a =
16, 28
b =
28,45
c =
22,91
Dit KL (%)?
KL = (b – c)
: (c – a) x 100
= (28,
45 – 22,91) : (22,91 – 16, 82) x 100
=
(5,54) : (6,09) x 100
=
90,96%
4.2.
Pembahasan
Kadar lengas tanah merupakan kemampuan tanah untuk
menyimpan uap air dalam pori-porinya. Kandungan lengas tanah dipengaruhi oleh
iklim, relif, kandungan bahan organic dan lempung tanah pada praktikum kali ini
dilakukan dua percobaan yaitu penetapan kadar lengas contoh tanah kering angin
dan kadar lengas contoh kapasitas lapang.
Percobaan pertama yaitu penetapan kadar lengas
contoh tanah kering angin digunakan 6 buah cawan kosong kemudian ditimbang
menggunakan timbangan analitik berat masing-masing cawan 1 = 15,89, 2=12,68,
3a=15,94, 3b=14,62, 4a=15,08, 4b=17,62. Cawan tersebut kemudian diisi dengan
tanah kira-kira separuh penuh dan ditimbang kembali berat dari cawan berisi
tanah 1=30,59, 2=26,74, 3a=22,90, 3b=22,09, 4a=23,46, 4b=26,13. Tanah yang
digunakan adalah tanah inseptisol. Setelah ditimbang sample tersebut dimasukan
kedalam oven yang sudah diatur temperaturnya 105oC – 110oC
dibiarkan selama 24 jam. Sample yang sudah selesai dioven kermudian dikeluarkan
dan ditimbang kembali berat sample 1=29,09, 2=25,14, 3a=22,68, 3b=21,37,
4a=15,08, 4b=25,22, semua sample yang sudah ditimbang kemudian ditentukan kadar
lengas (%) menggunakan perhitungan KL(%) = (b-c : c-a) x100 diperoleh hasil
pada cawan 1 kadar lengasnya 4,49%, untuk cawan 2 kadar lengasnya 12,82% cawan
3a dan 3b masing-masing 3,26% dan 10,66%, pada cawan 4a dan 4b diperoleh kadar
lengas 19,71% dan 11,97%. Perbedaan kadar lengas dari hasil percobaan contoh
tanah kering angin ini dipengaruhi oleh berat cawan dan dan jumlah tanah yang
digunakan atau yang diisi ke dalam cawan.
Perbedaan yang kedua yaitu penentuan kadar lengas
contoh kapasitas lapang untuk menentukan kadar air yang dapat diikat oleh tanah
pada percaobaan digunakan 4 buah cawan, bejana seng dan kawat kasar yang
berdiameter 3 – 6 mm, untuk sample tanah digunakan tanah jenis iseptisol
langkah pertama dengan menyiapkan bejana seng yang dilapisi dengan kawat kasar
dibagian bawah dan dimasukan kedalam lubang papan penungku, bejana seng
tersebut diisi tanah inseptisol kurang lebih ¾ tinggi bejana seng kemudian
secara perlahan-lahan ditetesi air sampai tnaah penuh dengan air, diamati sampai
air menetes dari bagian bawah bejana seng, setelah air menetes dari bagian
bawah seng, disiapkan 4 buah cawan yang kemudian ditimbang pada timbangan
analitik berat masing-masing cawan 1= 16,29, 2= 16,82, 3=18,12 dan 4= 14,50,
cawan tersebut digunakan untuk mengambil sample tanah yang ada pada bejana
seng. Setelah tanah terisi kedalam cawan kemudian cana ditimbang kembali,
masing-masing berat cawan yang sudah diisi dengan tanah adalah 1=28,07, 2=28,45,
3=30,8 dan 4=24,95, sample yang sudah ditimbang kemudian di masukan kedalam
oven selama 24 jam dengan temperature 105oC-110oC.
setelah di oven sample ditimbang pada timbangan analitik, berat sample 1=22,97,
2=22,91, 3=24,61 dan sample 4=20,06, semua sample yang sudah ditimbang kemudian
dihitung kadar lengas kapasitas lapang dengan menggunakan perhitungan (b-c) :
(c-a) x100 diperoleh hasil pada canan 1=76,34%, cawan 2=90,96%, cawan 3=85,82%,
dan cawan 4=87,94%. Adanya perbedaan kadar lengas yang terjadi pada sample
dipengaruhi oleh tempat pengambilan sample seperti ada yang mengambil sample
dipermukaan, ditengah, dan dibawah pada bejana, kekuatan tanah dalam mengikat
air dan struktur tanah serta kelembaban tanah.
BAB V. PENUTUP
5.1.
Kesimpulan
1.
Kadar lengas
tanah merupakan kemampuan tanah dalam menyimpan uap air dalam pori-porinya
2.
Kadar lengas
tanah pada contoh kering angin pada kelompok 1=4,49%, 2=12,82%, 3a=3,26%,
3b=10,66%, 4a=19,71% dan 4b=11,97%, perbedaan kadar lengas dipengaruhi oleh
besar, berat cawan dan jumlah tanah pada cawan.
3.
Kadar lengas
tanah pada kapasitas tanah mengalami perbedaan pada kelompok 1=76,34, 2=90,96,
3=85,82, 4=87,44. Kadar lengas terbesar pada cawan kelompok 2. Perbedaan kadar
lengas dipengaruhi kelembaban, posisi pengambilan sample serta kekuatan tanah
dalam mengikat air.
5.2.Saran
Untuk praktikum selanjutnya alat dan bahan lebih
lengkap agar praktikan bias melakukan percobaan dengan maksimal
DAFTAR PUSTAKA
Hadayani, 2009. Mengetahui
kesuburan Tanah Vs Pemupukan. Penebar Swadaya. Jakarta.
Marbut, 2002. Ilmu Tanah. Bhatera
Karya Aksara. Jakarta
Mukhid, 2010.
Pengenalan Tanah. http:// dasar-dasar ilmu tanah. blogspot.com/2008. Diakses
Minggu 23 November 2014.
Notohadi Paribowo. T, 2006. Pengantar
Ilmu Tanah. Rineka Cipta. Jakarta
